Etika dalam Bisnis
Nama : Alisa
Agustia (10216616)
Kelas : 3EA19
Etika bisnis ialah suata aturan atau tata cara untuk melakukan kegiatan
dalam bisnis yang mencakup aspek individu, perusahaan & masyarakat.
Prinsip etika
bisnis :
Prinsip
otonomi
Mengharuskan
pebisnis
mengambil keputusan dengan baik
& tepat, serta mempertanggungjawabkan keputusan tersebut. Dua perusahaan
atau lebih bisa berkomitmen menjalankan etika bisnis dengan prinsip otonomi.
Namun, masing-masing perusahaan dapat mengambil pendekatan yang berbeda - beda
dalam menjalankannya. Karena, masing-masing perusahaan pasti memiliki kondisi
dan strategi yang berbeda-beda untuk
mencapai suatu tujuan perusahaan.
Prinsip Kejujuran
Kejujuran merupakan
nilai yang paling penting dan dasar
untuk mendukung keberhasilan kinerja perusahaan. Tanpa kejujuran, bisnis tidak
akan berjalan lancar dan tidak bertahan
lama, karena kejujuran adalah kunci utama dalam kesuksesan bisnis. Prinsip ini
harus diterapkan dalam segala kegiatan bisnis misalnya saat melaksanakan
kontrak terhadap pihak ketiga maupun karyawan, jujur terhadap konsumen, jujur
salam kerja sama, dan lain sebagainya.
Prinsip Keadilan
Prinsip ini berarti setiap orang yang
melakukan bisnis meiliki hak untuk mendapatkan perlakuan yang sama. Pebisnis harus berlaku adil terhadap semua pihak. Dengan
menerapkan prinsip keadilan ini dengan baik, maka semua pihak yang terlibat di
dalam bisnis, baik pihak relasi
internal maupun pihak
relasi eksternal, akan mendapat perlakuan yang sama sesuai dengan haknya
masing-masing. Menerapkan
prinsip keadilan berarti semua pihak harus memiliki akses positif sesuai dengan
kemampuan dan peran yang telah diberikan untuk mendukung keberhasilan bisnis.
Hormat Pada Diri Sendiri
Suatu sikap dimana kita menghargai diri sendiri, menerima diri sendiri. Mengembangkan
diri sendiri untuk memaksimalkan potensi pada diri sendiri, mengembangkan hubungan
yang sehat di lingkungan sosial. Memahami diri sendiri untuk penyesuaian
adaptasi dengan diri sendiri dan buatlah orang lain memperlakukan diri anda
sendiri dengan pantas. Menghormati satu sama lain antara individu atau kelompok
adalah salahsatu contoh yang positif.
Hak dan Kewajiban
Hak dan kewajiban harus berjalan seimbang, jika tidak berjalan seimbang
akan mendatangkan dampak bagi diri sendiri dan orang lain. Salah satunya dalam
hubungan lingkungan bisnis akan membuat kesenjangan sosial.
10
TEORI
ETIKA LINGKUNGAN
1. Ekosentrisme
Merupakan kelanjutan dari teori etika lingkungan biosentrisme. Oleh
karenanya teori ini sering disamakan begitu saja karena terdapat banyak
kesamaan. Yaitu pada penekanannya atas pendobrakan cara pandang
antroposentrisme yang membatasi keberlakuan etika hanya pada komunitas manusia.
Keduanya memperluas keberlakuan etika untukmencakup komunitas yang lebih luas.
2. Antroposentrisme
Antroposentrisme adalah teori etika lingkungan yang memandang manusia
sebagai pusat dari sistem alam semesta. Manusia dan kepentingannya dianggap
yang paling menentukan dalam tatanan ekosistem dan dalam kebijakan yang diambil
dalam kaitan dengan alam, baik secara langsung atau tidak langung. Nilai
tertinggi adalah manusia dan kepentingannya. Hanya manusia yang mempunyai nilai
dan mendapat perhatian. Segala sesuatu yang lain di alam semesta ini hanya akan
mendapat nilai dan perhatian sejauh menunjang dan demi kepentingan manusia. Oleh
karenanya alam pun hanya dilihat sebagai obyek, alat dan sarana bagi pemenuhan
kebutuhan dan kepentingan manusia. Alam hanya alat bagi pencapaian tujuan
manusia. Alam tidak mempunyai nilai pada dirinya sendiri.
3. Biosentrisme
Pada biosentrisme, konsep etika dibatasi pada komunitas yang hidup
(biosentrism), seperti tumbuhan dan hewan. Sedang pada ekosentrisme, pemakaian
etika diperluas untuk mencakup komunitas ekosistem seluruhnya (ekosentrism).
Etika lingkungan Biosentrisme adalah etika lingkungan yang lebih menekankan
kehidupan sebagai standar moral Sehingga bukan hanya manusia dan binatang saja
yang harus dihargai secara moral tetapi juga tumbuhan. Menurut Paul Taylor,
karenanya tumbuhan dan binatang secara moral dapat dirugikan dan atau
diuntungkan dalam proses perjuangan untuk hidup mereka sendiri, seperti
bertumbuh dan bereproduksi.
4. Zoosentrisme
Etika lingkungan Zoosentrisme adalah etika yang menekankan perjuangan
hak-hak binatang, karenanya etika ini juga disebut etika pembebasan binatang.
Tokoh bidang etika ini adalah Charles Brich. Menurut etika ini, binatang
mempunyai hak untuk menikmati kesenangan karena mereka dapat merasa senang dan
harus dicegah dari penderitaan. Sehingga bagi para penganut etika ini, rasa
senang dan penderitaan binatang dijadikan salah satu standar moral.
5. Neo-Utilitarisme
Lingkungan neo-utilitarisme merupakan pengembangan etika utilitarisme
Jeremy Bentham yang menekankan kebaikan untuk semua. Dalam konteks etika
lingkungan maka kebaikan yang dimaksudkan, ditujukan untuk seluruh mahluk.
Tokoh yang mempelopori etika ini adalah Peter Singer. Dia beranggapan bahwa
menyakiti binatang dapat dianggap sebagai perbuatan tidak bermoral.
6. Anti-Spesiesme
Teori ini menuntut perlakuan yang sama bagi semua makhluk hidup, karena
alasan semuanya mempunyai kehidupan. Keberlakuan prinsip moral perlakuan yang
sama (equal treatment). Anti-spesiesme membela kepentingan dan kelangsungan
hidup spesies yang ada di bumi. Dasar pertmbangan teori ini adalah aspek
sentience, yaitu kemampuan untuk merasakan sakit, sedih, gembira dan seterusnya.Inti dari
teori biosentris adalah dan seluruh kehidupan di dalamnya, diberi bobot dan
pertimbangan moral yang sama.
7. Prudential and Instrumental Argument
Prudential Argument menekankan bahwa kelangsungan hidup dan kesejahteraan
manusia tergantung dari kualitas dan kelestarian lingkungan. Argumen
Instrumental adalah penggunaan nilai tertentu pada alam dan segala isinya,
yakni sebatas nilai instrumental. Dengan argumen ini, manusia mengembangkan
sikap hormat terhadap alam.
8. Non-antroposentrisme
Teori yang menyatakan manusia merupakan bagian dari alam, bukan di atas
atau terpisah dari alam.
9. The Free and Rational Being
Manusia lebih tinggi dan terhormat dibandingkan dengan mahkluk ciptaan
lain karena manusia adalah satu-satunya mahkluk bebas dan rasional, oleh karena
itu Tuhan menciptakan dan menyediakan segala sesuatu di bumi demi kepentingan
manusia. Manusia mampu mengkomunikasikan isi pikirannya dengan sesama manusia
melalui bahasa. Manusia diperbolehkan menggunakan mahkluk non-rasional lainnya
untuk mencapai tujuan hidup manusia, yaitu mencapai suatu tatanan dunia yang
rasional.
10. Teori Lingkungan yang Berpusat pada Kehidupan
(Life-Centered Theory of Environment)
Intinya adalah manusia mempunyai kewajiban moral terhadap alam yang
bersumber dan berdasarkan pada pertimbangan bahwa, kehidupan adalah sesuatu
yang bernilai. Etika ini didasarkan pada hubungan yang khas anatara alam dan
manusia, dan nilai yang ada pada alam itu sendiri.
Prinsip Etika Lingkungan
- Sikap menghormati kepada alam
Prinsip yang pertama dari etika lingkungan merupakan
sikap menghormati terhadap alam. Sikap menghormati terhadap alam ini merupakan
sikap dasar yang harus dimiliki oleh manusia dalam kaitannya memperlakukan alam
atau lingkungan. Ketika manusia memiliki sikap hormat terhadap alam maka
manusia akan bisa berlaku bijaksana terhadap lingkungan. Dengan menghormati
lingkungan pula manusia tidak akan berbuat buruk dan yang bisa menyebabkan
keburukan terhadap lingkungan.
- Sikap tanggung jawab
Prinsip selanjutnya dari etika terhadap lingkungan
adalah adanya sikap tanggung jawab kepada lingkungan. Prinsip tanggung jawab
kepada lingkungan akan menyebabkan timbulnya sikap kehati- hatian dalam
bertindak. Karena jika seseorang mempunyai sikap tanggung jawab, maka dia akan
selalu mempertimbangkan tindakan- tindakan yang akan dilakukannya.
- Sikap Solidaritas
Sikap solidaritas merupakan salah satu dari prinsip
etika terhadap lingkungan. Sikap solidaritas merupakan sikap pengertian
terhadap lingkungan. Prinsip solidaritas ini merupakan prinsip yang
membangkitkan rasa solider. Rasa solider akan bangkit yang berupa sikap
sepenanggungan dengan alam dan juga dengan makhluk hidup lainnya sehingga akan
mendorong manusia untuk menyelamatkan lingkungan.
- Prinsip kasih sayang dan kepedulian
Prisnip yang selanjutnya adalah prinsip kasih sayang
dan kepedulaian terhadap alam. Prisip kasih sayang dan kepedulaian ini akan
melahirkan sikap sukarela bertindak untuk menjaga alam. Sikap dan pandangan
satu arah, menuju yang lain dengan tanpa mengharapkan imbalan, serta tidak
didasarkan oleh kepentingan pribadi namun semata- mata hanya untuk alam saja.
- Prinsip “No Harm”
Prinsip yang selanjutnya adalah prinsip “No Harm”.
Prinsip ini merupakan tindakan yang tidak merugikan atau merusak alam. Hal ini karena manusia mempunyai moral dan juga
tanggung jawab terhadap keadaan alam. Oleh karena itulah manusia harus bisa
menjaga lingkungan agar bisa ditempati dengan nyaman oleh semua makhluk hidup,
baik manusia, binatang, maupun tumbuhan.
- Prinsip hidup sederhana dan selaras
dengan alam
Prinsip selanjutnya adalah prinsip hidup sederhana
dan selaras dengan alam. Dengan adanya prinsip ini maka pola hidup manusia
modern harus dibatasi. Prinsip ini muncul didasari karena selama ini alam hanya
sebagai objek eksploitasi saja dan sebagai alat pemuas kebutuhan saja.
- Prinsip keadilan
Prinsip etika lingkungan yang selanjutnya adalah
prinsip keadilan. Prinsip keadilan ini. maksud dari prinsip ini adalah berbicara
terhadap akses yang sama bagi semua kelompok dan anggota masyarakat dalam
kaitannya menentukan kebijakan pengelolaan sumber daya alam dan program
pelestarian alam. Selain itu juga dalam menikmati manfaat sumber daya alam secara
lestari.
- Prinsip demokrasi
Prinsip etika lingkungan yang selanjutnya adalah
prinsip demokrasi. Prinsip demokrasi merupakan suatu prinsip yang terbentuk
karena adanya keanekaragaman pendapat maupun prinsip- prinsip yang lainnya yang
berhubungan dengan kebijakan, atau baik- buruk untuk alam. Oleh karena adanya
perbedaan pendapat tersebut, perlu kiranya diambil pendapat yang disetujui orang
yang lebih banyak.
- Prinsip integritas moral
Prinsip yang terakhir dari prinsip etika lingkungan
adalah prinsip integritas moral. Prinsip ini merupakan prinsip yang menuntut
pejabat publik agar mempunyai sikap dan juga perilaku moral terhormat serta
memegang teguh untuk bisa mengamankan kepentingan publik yang berkaitan dengan
sumber daya alam.
Daftar Pustaka :
https://www.jurnal.id/id/blog/2017-pengertian-tujuan-dan-contoh-etika-bisnis-dalam-perusahaan/
https://tatangsma.com/2015/08/mengapa-pelaksanaan-hak-dan-kewajiban-harus-seimbang.html
https://ilmugeografi.com/ilmu-sosial/prinsip-etika-lingkungan
Budi Untung, 2012. Hukum dan Etika Bisnis.
Yogyakarta: Penerbit CV Andi Offset.
Muslich, 1998. Etika Bisnis: Pendekatan
Substantif dan Fungsional. Yogyakarta: Penerbit Ekonisia
Komentar
Posting Komentar